Nasionalisme di Era Pandemi
Seperti
biasa pagi ini saya bangun pukul 4 subuh, saya memulai aktivitas hari ini
dengan penuh optimis. saya bukan manusia super dan tak jenius juga, saya hanya
manusia biasa dengan harapan yang mungkin sama dengan manusia-manusia yang lain
pada umumnya, bisa menikmati hidup dengan tenang dan damai. Dan pagi ini ketenanganku
terusik, berita dari gugus tugas penanganan pandemi covid-19, sudah sering saya
dengar tentang nya hampir tiap pagi dan sore, kata-kata seperti jumlah positif,
jumlah sembuh, jumlah meninggal sudah menjadi makanan sehari-hari dengan angka
yang terus meningkat setiap harinya. Bukan saya mengabaikan informasi tersebut,
hanya saja saya merasa mental saya mulai terganggu karena kata-kata
itu,bagaimana tidak berita negatif datang bertubi- tubi setiap hari. Ada
bencana alam banjir, tanah longsor, gunung meletus kemudian berita-berita
keserakahan, dan tentu saja berita pandemi. Awalnya saya mengira ini hanya
virus biasa yg mudah ditangani, tapi ternyata dugaanku salah, virus ini sangat
ampuh membunuh manusia dengan menyerang saluran pernafasan.
Virus
ini begitu cepat menyebar sampai melumpuhkan seluruh aktivitas sosial dan
ekonomi didunia termasuk Indonesia. Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala
Besar oleh Pemerintah membuat orang-orang kebingungan dan kaget dengan peraturan-peraturan
baru. banyak orang mulai stress dengan kondisi saat ini. Kehilangan pekerjaan,
pendidikan non tatap muka, larangan berkerumun, serta larangan bepergian tanpa
kepentingan yang mendesak.
Di era pandemi Covid-19 saat ini, sikap nasionalisme
penting dimiliki oleh bangsa Indonesia. Jika di masa lalu seluruh komponen
bangsa dengan rasa nasionalisme tinggi bersatu berjuang melawan penjajah untuk
merebut kemerdekaan, maka sekarang ini kita sebagai bangsa Indonesia dengan
rasa nasionalisme tinggi pula harus bersatu melawan Covid-19. Minimal adalah
dengan menerapkan protokol kesehatan yang telah dianjurkan oleh Pemerintah,
membangun persatuan untuk memutus rantai penyebaran virus Covid-19 dan
berempati kepada mereka yang terdampak Covid-19 dan penghormatan tertinggi
kepada garda terdepan kita yaitu para petugas medis, tanpa mereka kita akan
sangat sulit menghadapi pandemi ini. Tanpa memiliki rasa nasionalisme tinggi
yang didukung dengan kesadaran dan kedisiplinan tinggi pula sangat sulit
kiranya melaksanakan new normal life
secara baik.
Komentar
Posting Komentar